Breaking News

Showing posts with label Info Tambang. Show all posts
Showing posts with label Info Tambang. Show all posts

Wednesday, 29 June 2016

Format Sultra Demo PT. Vale dijakarta

Jakarta, Mining Engineering Blog - Forum Masyarakat Tambang Sulawesi Tenggara (FORMAT) Sultra dan beberapa elemen mahasiswa lainnya demo di tugu Patung Kuda serta Monas Jakarta. Mereka menuntut PT Vale Indonesia hengkang dari Sulawesi Tenggara.

Format Sultra


Ketua tim monitoring dan kampanye FORMAT Sultra, Israfil melalui siaran persnya kepada wartawan menjelaskan, aksi diikuti Ikatan Mahasiswa Teknik Pertambangan Sultra (IMTPS), Pusat Studi Sosial Masyarakat dan Ikatan Mahasiswa Pemuda Sultra di Jakarta.

"Kami memang menolak keberadaan PT.Vale di Sultra karena dinilai melakukan pembodohan dan pembohongan kepada pemerintah dan masyarakat dengan janji janji membangun pabrik tapi sampai saat ini tidak pernah terwujud," teriak massa Format Sultra.

Menurut FORMAT, PT Inco yang sekarang sudah berubah jadi PT Vale Indonesia dan sudah menguasai lahan tambang di Sultra sejak 47 tahun silam tetapi hingga kini lahan tambang itu dibiarkan jadi lahan tidur tanpa diolah Vale selaku Pemegang Izin Pertambangan.

"Kami masyarakat dan pemerintah Sultra hanya dijanji janji terus tanpa ada wujudnya. Kami konsisten perjuangkan penolakan terhadap PT Vale dan berhenti melakukan segala aktivitas yang terus menerus membodohi rakyat Sultra," ujar Israfil.

Ditempat terpisah Ketua FORMAT Sultra, Faisal mengatakan akan tetap mengawal aksi penolakan ini hingga perusahaan itu mendirikan pabrik pemurnian nikel seperti di daerah Soroako Kabupaten Luwu Timur. 

Sumber : http://upeks.co.id/sulsel-membangun/format-sultra-demo-vale-di-jakarta.html

Wednesday, 24 June 2015

Metode Perhitungan Cadangan Emas

Dalam Perhitungan Cadangan Emas ada banyak metode yang bisa digunakan diantaranya adalah Metode Penampang dan Metode Isoline.

Metode Penampang

Metoda ini digunakan dengan cara sebagai berikut :
·    Membuat irisan-irisan penampang melintang yang memotong endapan yang akan dihitung.
·  Dari masing-masing penampang dihitung terlebih dahulu luasan endapan pada masing-   masingendapan.
·    Setelah luasan dihitung, maka digunakan rumusan perhitungan cadangan emas pada metoda penampang.
Beberapa rumusan dalam metoda penampang dapat diuraikan sebagai berikut :

 Rumus mean area

Digunakan untuk endapan yang mempunyai geometri teratur (luasan masing-masing penampang tidak jauh berbeda
Metode Perhitungan Cadangan Emas

Rumus mean area : 
dimana ; S1 & S2 = luas penampang
L = jarak antar penampang
V = volume

Rumus Prismoida

Digunakan untuk endapan yang mempunyai geometri tidak teratur (luasan masing-masing penampang tidak teratur.
Metode Perhitungan Cadangan Emas
Rumus prismoida :
dimana ; S1 & S2 = luas penampang ujung
m = luas penampang tengah
L = jarak antara S1 & S2
V = volume

Rumus Kerucut Terpancung

Digunakan untuk endapan yang mempunyai geometri seperti kerucut yang terpancung pada bagian puncaknya.

Metode Perhitungan Cadangan Emas

Rumus kerucut terpancung :  
dimana ; S1 & S2 = luas penampang atas dan bawah
L = jarak antara S1 & S2
V = volume

Metoda Isoline

Metoda ini sangat praktis diterapkan pada endapan-endapan dalam (hipogen), dimana ketebalan dan kadar sekaligus berubah dengan mengecil ke tepi tubuh bijih.
Volume dapat dihitung dengan cara menghitung luasan daerah yang terdapat di dalam garis kontur, dan selanjutnya dapat diketahui kadar rata-rata dari badan bijih emas tersebut, melalui persamaan :




dimana;

g0 = kadar minimum bijih
g = interval kontur kadar (konstan)
A0 = luas tubuh bijih dengan kadar g0 atau lebih besar
A1 = luas tubuh bijih dengan kadar g0+g atau lebih besar
A2 = luas tubuh bijih dengan kadar g0+2g atau lebih besar, dst
untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada contoh berikut :

Metode Perhitungan Cadangan Emas

maka kadar rata-rata adalah :


 Sekian dulu postingan Metode Perhitungan Cadangan Emas kali ini 
sahabat Miners blogger
Semoga bermanfaat Buat kalian semua 

Thursday, 19 March 2015

How to Use The Garmin Software BaseCamp Manual

Learn how to use the Garmin  software BaseCamp Manual the easy way – guaranteed.

You already use BaseCamp® but some parts have been too complicated for you to handle?
You do not know how to save your map to your unit?
You still have to juggle a lot of those small micro-SD cards to be able to see and find the correct map?
You are still getting lost, even while using your GPS because you are not getting the right information?
You have trouble with your routes loaded to the gps?

New: Now With Chapter Introduction To Mac OS


The currently available version of the Base Camp Manual is:

BaseCamp Manual 4.3.4 – Changes:
  • New Chapter Mac OS: BaseCamp Introduction and Settings.
  • New Chapter: Active Routing
  • New Chapter: Device Transfer Settings.
  • New Chapter: Remove Shaping Points from Routes
  • Show Device Information
  • The BaseCamp Manual is grown to 176 pages.
BaseCamp Manual 4.2.2 – Changes:
  • New Structure of Menu
  • New Chapter: Cloud Storage.
  • New Chapter Map Mistake
  • Completely new translated and layouted.
BaseCamp Manual 3.3
  • New description of MapInstall
  • Downloading a BirdEye Image
  • The BaseCamp Manual is grown to 98 pages.

Information about delivery of the BaseCamp Manual.



News Miner - How To Profit From Trading The News

News Miner has been designed to scan the Internet for breaking market news and information, then rank it according to importance

Here is the view of the News Miner :





if you want to know more about Miner news please visit the following link  




Wednesday, 12 November 2014

Penemu Pertama Tambang Emas Bombana SULTRA Perlu diabadikan

Penemu Pertama Tambang Emas BombanaBudi (40) perlu diberi penghargaan, yaitu namanya diabadikan sebagai orang pertama yang menemukan lokasi Tambang Emas di Sungai Tahi Ite wilayah Kabupaten Bombana. 
Artinya tambang emas Sungai Tahi Ite itu diabadikan nama Budi sebagai penemu Emas pertama di lokasi tersebut. Jadi Lokasi tersebut bernama Sungai Tahi Ite Budi misalnya, kata Ketua Lembaga Penelitian Pembinaan Masyarakat (LP2M) Ny Hj Metty Djamaluddiun Safa\'a kepada Pelita, Senin (19/1).
Menurut Ny Hj Metty, sudah menjadi kebiasaan di dunia, yakni orang pertama yang menemukan sebuah tempat, baik itu Gua atau lokasi tambang, tempat wisata dan sesuatu yang baru lainnya, maka nama tempat itu menjadi nama orang yang pertama menemukannya.



Penemu Pertama Tambang Emas Bombana
Itu sudah menjadi kebiasaan dimana-mana didunia ini, yakni seseorang penemu pertama sesutu yang baru maka harus dihargai dengan mengabadikan namanya menjadi tempat atau wilayah itu, kata Ny Metty yang telah mendapat penghrgaan dunia atas jasa-jasanya sebagai pekerja Sosial kepada masyarakat tanpa pamrih.
Seperti contoh, kata Mantan istri Kadis Tenaga Kerja Prov Sultra itu bahwa sebuah Gua di Kelurahan Sula\'a, Kecamatan Betoambari orang pertama penemunya adalah bernama Lakasa warga di wilayah itu. Walikota Baubau, MZ Amirul Tamm, memberi penghargaan orang tersebut dengan mengabadikan namanya yakni nama Gua itu disebut Gua Lakasa.
Karena itu seperti halnya juga penemu pertama tambang emas Sungai Tahi Ite, seharusnya nama tempat itu disebut Sungai Tahi Ite Budi. Di Lokasi tambang emas Sungai Tahi Ite tersebut, kini semakin ramai dikunjungi warga pendulang emas yang sudah mencapai puluhan ribu warga dari berbagai daerah di Seluruh Indonesia.
Ny Metty mengatakan, Sultra merupakan salah daerah terkaya di Indonesia. Diantaranya kaya hasil tambang berupa nikel, emas, dan tambang mineral lainnya. Selain itu ada lagi hasil hutan dan kekayaan alam lainnya.


Namun Sultra baru sebatas menyimpan kekayaan alam saja belum bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kendalanya, kata Caleg DPRD Prov.Sultra dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) yang bersaing di Dapil-4 itu bahwa ketinggalan daerah itu karena potensi SDA-nya belum dimanfaat secara maksimal bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Masalahnya, Sumbar Daya Manusia (SDM) yang masih rendah.
Selain itu, Ny Metty menilai ada ketimpangan dalam penge lolaan organisasi pemerintahan di Sultra yang tidak profesional. Artinya kepentingan nepotisme dan primordial yang dikedepankan dalam penempatan pejabat di suatu instansi.
Kalau ini tidak disadari, maka tunggu hancur. Sebab salah hadis mengatakan, sesuatu pekerjaan kapan bukan ditangani ahlinya maka tunggu hancurnya kata Ny Metty penerima IDA Award tahun 2000.


Sekian dulu postingan Penemu Pertama Tambang Emas Bombana SULTRA Perlu diabadikan kali ini miners blogger Semoga bermanfaat buat kalian semua
 #salamtambang

Thursday, 16 October 2014

Klasifikasi Struktur Batuan Beku

Batuan beku dalam adalah batuan yang terbentuk di dalam bumi; sering disebut batuan beku intrusi. Batuan beku luar adalah batuan beku yang terbentuk di permukaan bumi; sering disebut batuan beku ekstrusi. Batuan beku hipabisal adalah batuan beku intrusi dekat permukaan, sering disebut batuan beku gang atau batuan beku korok, atau sub volcanic intrusion.


Struktur Batuan Beku



STRUKTUR BATUAN BEKU

Struktur batuan beku dibedakan menjadi batuan beku extrusive dan intrusive. Hal ini pada nantinya akan menyebabkan perbedaan pada tekstur masing masing batuan tersebut. Kenampakan dari batuan beku yang tersingkap merupakan hal pertama yang harus kita perhatikan. Kenampakan inilah yang disebut sebagai struktur batuan beku:
  1. Masif atau pejal, umumnya terjadi pada batuan beku dalam. Pada batuan beku luar yang cukup tebal, bagian tengahnya juga dapat berstruktur masif.
  2. Berlapis, terjadi sebagai akibat pemilahan kristal (segregasi) yang berbeda pada saat pembekuan.
  3. Vesikuler, yaitu struktur lubang bekas keluarnya gas pada saat pendinginan. Struktur ini sangat khas terbentuk pada batuan beku luar. Namun pada batuan beku intrusi dekat permukaan struktur vesikuler ini kadang-kadang juga dijumpai. Bentuk lubang sangat beragam, ada yang berupa lingkaran atau membulat, elip, dan meruncing atau menyudut, demikian pula ukuran lubang tersebut. Vesikuler berbentuk melingkar umumnya terjadi pada batuan beku luar yang berasal dari lava relatif encer dan tidak mengalir cepat. Vesikuler bentuk elip menunjukkan lava encer dan mengalir. Sumbu terpanjang elip sejajar arah sumber dan aliran. Vesikuler meruncing umumnya terdapat pada lava yang kental.
  4. Struktur skoria (scoriaceous structure) adalah struktur vesikuler berbentuk membulat atau elip, rapat sekali sehingga berbentuk seperti rumah lebah.
  5. Struktur batuapung (pumiceous structure) adalah struktur vesikuler dimana di dalam lubang terdapat serat-serat kaca.
  6. Struktur amigdaloid (amygdaloidal structure) adalah struktur vesikuler yang telah terisi oleh mineral-mineral asing atau sekunder.
  7. Struktur aliran (flow structure), adalah struktur dimana kristal berbentuk prismatik panjang memperlihatkan penjajaran dan aliran.
Struktur batuan beku tersebut di atas dapat diamati dari contoh setangan (hand specimen) di laboratorium. Sedangkan struktur batuan beku dalam lingkup lebih besar, yang dapat menunjukkan hubungan dengan batuan di sekitarnya, seperti dike (retas), sill, volcanic neck, kubah lava, aliran lava dan lain-lain hanya dapat diamati di lapangan.


Batuan Beku Dalam

Batuan beku dalam (intrusif atau batuan beku plutonik) merupakan batuan beku yang terbentuk akibat proses pembekuan magma yang tidak berhasil ke luar menuju permukaan bumi dan yang berlangsung dalam waktu yang sangat lama.
Berikut jenis-jenis batuan beku dalam:


1. Jenis Batuan : Batuan beku dalam(intermediet)
Nama Batuan : Diorit
Warna : Coklat bercak hitam

2.Jenis Batuan : Batuan beku dalam(basa)
Nama Batuan : Dunit
Warna : Coklat keabuan

3.Jenis Batuan : Batuan beku dalam(asam)
Nama Batuan : Granit
Warna : Putih kebuan

4.Jenis Batuan : Batuan beku dalam(intermediet)
Nama Batuan : Granodiorit
Warna : Putih kecoklatan

5.Jenis Batuan : Batuan beku dalam(asam)
Nama Batuan : Sienit
Warna : Abu-abu bercak hitam



Batuan Beku Luar

Batuan beku luar (ekstrusif) adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung dipermukaan bumi. Batuan beku ekstrusif ini yaitu lava yang memiliki berbagia struktur yang memberi petunjuk mengenai proses yang terjadi pada saat pembekuan lava tersebut.
Berikut jenis-jenis batuan beku luar :

1.Jenis Batuan : Batuan beku luar(basa)
Nama Batuan : Basalt
Warna : Hitam

2.Jenis Batuan : Batuan beku luar(basa)
Nama Batuan : Diabase
Warna : Abu abu

3.Jenis Batuan : Batuan beku luar(intermediet)
Nama Batuan : Andesit
Warna : Hitam bercak putih

4.Jenis Batuan : Batuan beku luar(asam)
Nama Batuan : Zeolit
Warna : Coklat


Sekian dulu postingan Klasifikasi Struktur Batuan Beku kali ini miners blogger 
Semoga bermanfaat buat kalian semua 
#salamtambang

Monday, 21 April 2014

Batu Bara Secara Umum

Umur batu bara

Pembentukan batu bara memerlukan kondisi-kondisi tertentu dan hanya terjadi pada era-era tertentu sepanjang sejarah geologi. Zaman Karbon, kira-kira 340 juta tahun yang lalu (jtl), adalah masa pembentukan batu bara yang paling produktif dimana hampir seluruh deposit batu bara (black coal) yang ekonomis di belahan bumi bagian utara terbentuk.
Pada Zaman Permian, kira-kira 270 jtl, juga terbentuk endapan-endapan batu bara yang ekonomis di belahan bumi bagian selatan, seperti Australia, dan berlangsung terus hingga ke Zaman Tersier (70 - 13 jtl) di berbagai belahan bumi lain.

Materi pembentuk batu bara

Hampir seluruh pembentuk batu bara berasal dari tumbuhan. Jenis-jenis tumbuhan pembentuk batu bara dan umurnya menurut Diessel (1981) adalah sebagai berikut:
  • Alga, dari Zaman Pre-kambrium hingga Ordovisium dan bersel tunggal. Sangat sedikit endapan batu bara dari perioda ini.
  • Silofita, dari Zaman Silur hingga Devon Tengah, merupakan turunan dari alga. Sedikit endapan batu bara dari perioda ini.
  • Pteridofita, umur Devon Atas hingga Karbon Atas. Materi utama pembentuk batu bara berumur Karbon di Eropa dan Amerika Utara. Tetumbuhan tanpa bunga dan biji, berkembang biak dengan spora dan tumbuh di iklim hangat.
  • Gimnospermae, kurun waktu mulai dari Zaman Permian hingga Kapur Tengah. Tumbuhan heteroseksual, biji terbungkus dalam buah, semisal pinus, mengandung kadar getah (resin) tinggi. Jenis Pteridospermae seperti gangamopteris dan glossopteris adalah penyusun utama batu bara Permian seperti di AustraliaIndia dan Afrika.
  • Angiospermae, dari Zaman Kapur Atas hingga kini. Jenis tumbuhan modern, buah yang menutupi biji, jantan dan betina dalam satu bunga, kurang bergetah dibanding gimnospermae sehingga, secara umum, kurang dapat terawetkan.

Penambangan

Penambangan batu bara adalah penambangan batu bara dari bumiBatu bara digunakan sebagai bahan bakar. Batu bara juga dapat digunakan untuk membuatcoke untuk pembuatan baja.[1]
Tambang batu bara tertua terletak di Tower Colliery diInggris.

Kelas dan jenis batu bara

Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan, panas dan waktu, batu bara umumnya dibagi dalam lima kelas: antrasit, bituminus, sub-bituminus, lignit dan gambut.
  • Antrasit adalah kelas batu bara tertinggi, dengan warna hitam berkilauan (luster) metalik, mengandung antara 86% - 98% unsur karbon (C) dengan kadar air kurang dari 8%.
  • Bituminus mengandung 68 - 86% unsur karbon (C) dan berkadar air 8-10% dari beratnya. Kelas batu bara yang paling banyak ditambang di Australia.
  • Sub-bituminus mengandung sedikit karbon dan banyak air, dan oleh karenanya menjadi sumber panas yang kurang efisien dibandingkan dengan bituminus.
  • Lignit atau batu bara coklat adalah batu bara yang sangat lunak yang mengandung air 35-75% dari beratnya.
  • Gambut, berpori dan memiliki kadar air di atas 75% serta nilai kalori yang paling rendah.

Pembentukan batu bara

Proses perubahan sisa-sisa tanaman menjadi gambut hingga batu bara disebut dengan istilah pembatu baraan (coalification). Secara ringkas ada 2 tahap proses yang terjadi, yakni:
  • Tahap Diagenetik atau Biokimia, dimulai pada saat material tanaman terdeposisi hingga lignit terbentuk. Agen utama yang berperan dalam proses perubahan ini adalah kadar air, tingkat oksidasi dan gangguan biologis yang dapat menyebabkan proses pembusukan (dekomposisi) dan kompaksi material organik serta membentuk gambut.
  • Tahap Malihan atau Geokimia, meliputi proses perubahan dari lignit menjadi bituminus dan akhirnya antrasit.

Sekian dulu postingan kali ini miners blogger 
Semoga bermanfaat buat kalian semua 
#salamtambang

Tuesday, 18 February 2014

Metode dan Pengolahan Tambang Emas

Pengolahan tambang emas diperoleh dengan cara mengisolasinya dari batuan bijih emas (ekstraksi). Bijih emas dikategorikan dalam 4 ( empat ) kategori :
  • Bijih tipis dimana kandungannya sebesar 0.5 ppm
  • Bijih rata-rata ( typical ) dengan mudah digali, nilai biji emas khas dalam galian terowongan terbuka yakni kandungan 1 -5 ppm
  • Bijih bawah tanah/harrdrock dengan kandungan 3 ppm 
  • Bijih nampak mata ( visible ) dengan kandungan minimal 30 ppm
Metode dan Pengolahan Tambang EmasMenurut Greenwood dkk (1989), batuan bijih emas yang layak untuk dieksploitasi sebagai industri tambang emas, kandungan emasnya sekitar 25 g/ton (25 ppm).
Di dunia pertambangan mengenal dua metode eksplorasi tambang, pertama metode tambang bawah tanah (underground mining) dan kedua metode tambang terbuka (surface mining). Kedua metode penambangan emas tersebut sangat dipengaruhi oleh karakteristik cebakan emas.


Berdasarkan proses terbentuknya, endapan emas dikatagorikan menjadi dua type.

  1. Endapan primer / Cebakan Primer

    Pada umumnya emas ditemukan dalam bentuk logam (native) yang terdapat di dalam retakan-retakan batuan kwarsa dan dalam bentuk mineral yang terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan aktifitas hidrotermal, yang membentuk tubuh bijih dengan kandungan utama silika. Cebakan emas primer mempunyai bentuk sebaran berupa urat/vein dalam batuan beku, kaya besi dan berasosiasi dengan urat kuarsa.
  2. Endapan plaser / Cebakan Sekunder

    Emas juga ditemukan dalam bentuk emas aluvial yang terbentuk karena proses pelapukan terhadap batuan-batuan yang mengandung emas (gold-bearing rocks, Lucas, 1985). Proses oksidasi dan pengaruh sirkulasi air yang terjadi pada cebakan emas primer pada atau dekat permukaan menyebabkan terurainya penyusun bijih emas primer. Proses tersebut menyebabkan juga terlepas dan terdispersinya emas. Terlepas dan tersebarnya emas dari ikatan bijih primer dapat terendapkan kembali pada rongga-rongga atau pori batuan, rekahan pada tubuh bijih dan sekitarnya, membentuk kumpulan butiran emas dengan tekstur permukaan kasar. Akibat proses tersebut, butiran-butiran emas pada cebakan emas sekunder cenderung lebih besar dibandingkan dengan butiran pada cebakan primernya (Boyle, 1979). Dimana pengkonsentrasian secara mekanis melalui proses erosi, transportasi dan sedimentasi  (terendapkan karena berat jenis yang tinggi) yang terjadi terhadap hasil disintegrasi cebakan emas pimer  menghasilkan endapan emas letakan/aluvial (placer deposit).
Cebakan emas primer dapat ditambang secara tambang terbuka (surface mining) maupun tambang bawah tanah (underground minning). Sementara cebakan emas sekunder umumnya ditambang secara tambang terbuka. 

Cebakan Primer

Cebakan primer merupakan cebakan yang terbentuk bersamaan dengan proses pembentukan batuan. Salah satu tipe cebakan primer yang biasa dilakukan pada penambangan skala kecil adalah bijih tipe vein ( urat ), yang umumnya dilakukan dengan teknik penambangan bawah tanah terutama metode gophering / coyoting ( di Indonesia disebut lubang tikus ). Penambangan dengan sistem tambang bawah tanah (underground), dengan membuat lubang bukaan mendatar berupa terowongan (tunnel) dan bukaan vertikal berupa sumuran (shaft) sebagai akses masuk ke dalam tambang. Penambangan dilakukan dengan menggunakan peralatan sederhana ( seperti pahat, palu, cangkul, linggis, belincong ) dan dilakukan secara selektif untuk memilih bijih yang mengandung emas baik yang berkadar rendah maupun yang berkadar tinggi.
Terhadap batuan yang ditemukan, dilakukan proses peremukan batuan atau penggerusan, selanjutnya dilakukan sianidasi atau amalgamasi, sedangkan untuk tipe penambangan sekunder umumnya dapat langsung dilakukan sianidasi atau amalgamasi karena sudah dalam bentuk butiran halus.

Beberapa karakteristik dari bijih tipe vein ( urat ) yang mempengaruhi teknik penambangan antara lain :
  1. Komponen mineral atau logam tidak tersebar merata pada badan urat.
  2. Mineral bijih dapat berupa kristal-kristal yang kasar.
  3. Kebanyakan urat mempunyai lebar yang sempit sehingga rentan dengan pengotoran ( dilution ).
  4. Kebanyakan urat berasosiasi dengan sesar, pengisi rekahan, dan zona geser (regangan), sehingga pada kondisi ini memungkinkan terjadinya efek dilution pada batuan samping.
  5. Perbedaan assay ( kadar ) antara urat dan batuan samping pada umumnya tajam, berhubungan dengan kontak dengan batuan samping, impregnasi pada batuan samping, serta pola urat yang menjari ( bercabang ).
  6. Fluktuasi ketebalan urat sulit diprediksi, dan mempunyai rentang yang terbatas, serta mempunyai kadar yang sangat erratic ( acak / tidak beraturan ) dan sulit diprediksi.
  7. Kebanyakan urat relatif keras dan bersifat brittle.
Dengan memperhatikan karakteristik tersebut, metode penambangan yang umum diterapkan adalah tambang bawah tanah ( underground ) dengan metode Gophering, yaitu suatu cara penambangan yang tidak sistematis, tidak perlu mengadakan persiapan-persiapan penambangan ( development works ) dan arah penggalian hanya mengikuti arah larinya cebakan bijih. Oleh karena itu ukuran lubang ( stope ) juga tidak tentu, tergantung dari ukuran cebakan bijih di tempat itu dan umumnya tanpa penyanggaan yang baik.

Cara penambangan ini umumnya tanpa penyangga yang memadai dan penggalian umumnya dilakukan tanpa alat-alat mekanis. Metode tambang emas seperti ini umum diterapkan di berbagai daerah operasi tambang rakyat di Indonesia, seperti di Ciguha, Pongkor-Bogor; Gunung Peti, Cisolok-Sukabumi;  Gunung Subang, Tanggeung-Cianjur; Cikajang-Garut; Cikidang, Cikotok-Lebak; Cineam-Tasikmalaya; Kokap-Kulonprogo; Selogiri-Wonogiri; Punung-Pacitan; Tatelu-Menado; Batu Gelas, RataTotok-Minahasa; Bajuin-TanahLaut; Perenggean-Palangka Raya; Ketenong-Lebong;  dan lain-lain. Penambangan dilakukan secara sederhana, tanpa development works, dan langsung menggali cebakan bijih menuruti arah dan bentuk alamiahnya. Bila cebakan bijih tersebut tidak homogen, kadang-kadang terpaksa ditinggalkan pillar yang tak teratur dari bagian-bagian yang miskin.


Sekian dulu postingan kali ini miners blogger 
Semoga bermanfaat buat kalian semua 
#salamtambang