Breaking News

Monday, 11 March 2013

Tahap - tahap Kegiatan Penambangan

Pertambangan ialah suatu rangkaian kegiatan mulai dari kegiatan penyelidikan bahan galian sampai dengan pemasaran bahan galian. secara umum tahapan kegiatan pertambangan terdiri dari Penyelidikan Umum (Prospeksi), Eksplorasi, Penambangan, Pengolahan, Pengangkutan, dan Pemasaran.

1.      Penyelidikan Umum (Prospeksi)
Prospeksi merupakan kegiatan penyelidikan, pencarian, atau penemuan endapan-endapan mineral berharga. Atau dengan kata lain kegiatan ini bertujuan untuk menemukan keberadaan atau indikasi adanya bahan galian yang akan dapat atau memberikan harapan untuk diselidiki lebih lanjut. Jika pada tahap prospeksi ini tidak ditemukan adanya cadangan bahan galian yang berprospek untuk diteruskan sampai ke tahapan eksplorasi, maka kegiatan ini harus dihentikan. Apabila tetap diteruskan akan menghabiskan dana secara sia-sia. Sering juga tahapan prospeksi ini dilewatkan karena dianggap sudah ditemukan adanya indikasi atau tanda-tanda keberadaan bahan galian yang  sudah langsung bisa dieksplorasi.


Metoda prospeksi antara lain tracing float dan pemetaan geologi dan bahan galian. metode tracing float ini digunakan terutama pada anak sungai, yang lebih mudah dilakukan pada musim kemarau. Metode ini dilakukan untuk mencari atau menemukan float bahan galian yang diinginkan, yang berasal dari lapukan zone mineralisasi yang melewati lereng bukit atau terpotong anak sungai dan terhanyutkan oleh aliran sungai. Dengan melakukan tracing float dari arah hilir ke hulu sungai, maka bisa diharapkan untuk menemukan adanya zone mineralisasi yang tersingkap pada arah hulu sungai. Pada metode ini litologi setempat sebagian besar sudah diketahui.
Kedua, metode pemetaan geologi dan bahan galian. Metode ini dilakukan apabila litologi setempat pada umumnya tidak diketahui, atau diperlukan data yang rinci lagi.
2.      Eksplorasi
Eksplorasi merupakan kegiatan yang dilakukan setelah prospeksi atau setelah endapan suatu bahan galian ditemukan yang bertujuan untuk mendapatkan kepastian tentang endapan bahan galian yang meliputi bentuk, ukuran, letak kedudukan, kualitas (kadar) endapan bahan galian serta karakteristik fisik dari endapan bahan galian tersebut.
Selain untuk mendapatkan data penyebaran dan ketebalan bahan galian, dalam kegiatan ini juga dilakukan pengambilan contoh bahan galian dan tanah penutup. Tahap ekplorasi ini juga sangat berperan pada tahan reklamasi nanti, melalui eksplorasi ini kita dapat mengetahui dan mengenali seluruh komponen ekosistem yang ada sebelumnya.
      A.   Metode eksplorasi
Setelah diketahui terdapatnya bahan galian di suatu daerah dalam kegiatan prospeksi, yang mempunyai prospek untuk dilakukan kegiatan selanjutnya, maka dilakukanlah eksplorasi dengan metode atau cara antara lain sebagai berikut:
1.    Untuk mengetahui penyebaran secara lateral dan vertical dapat dilakukan dengan cara membuat parit uji, sumur uji, pembuatan adit dam pemboran inti.
2.    Untuk mengetahui kualitas bahan galian, diambil contoh bahan galian yang berasal dari titik percontohan dan dianalisis di laboratorium.
3.    Pada beberapa jenis bahan galian juga dapat dilakukan beberapa penyelidikan geofisik seperti seismic, SP, IP dan resistivity.
4.    Setelah titik percontohan yang dibuat dianggap cukup memadai untuk mengetahui penyebaran lateral dan vertical bahan galian, maka dibuat peta penyebaran cadangan bahan galian dan dilakukan perhitungan cadangan bahan galian.
5.    Selain dari itu, juga kadang-kadang diperlukan analisis contoh batuan yang berada di lapisan atas atau bawah bahan galian untuk mengetahui sifat-sifat  fisik dan keteknikannya.

       B.   Tahapan Eksplorasi
Tahapan-tahapan eksplorasi secara umum ada dua, yaitu eksplorasi awal atau pendahuluan dan eksplorasi detil. Penjelasan tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut,
        ·         Tahap Eksplorasi Pendahuluan
Dalam tahap eksplorasi pendahuluan ini tingkat ketelitian yang diperlukan masih kecil sehingga peta-peta yang digunakan dalam eksplorasi pendahuluan juga berskala kecil 1 : 50.000 sampai 1 : 25.000. Adapun langkah-langkah yang dilakukan pada tahap ini adalah :
a. Studi Literatur

Dalam tahap ini, sebelum memilih lokasi-lokasi eksplorasi dilakukan studi terhadap data dan peta-peta yang sudah ada (dari survei-survei terdahulu), catatan-catatan lama, laporan-laporan temuan dll, lalu dipilih daerah yang akan disurvei. Setelah pemilihan lokasi ditentukan langkah berikutnya, studi faktor-faktor geologi regional dan provinsi metalografi dari peta geologi regional sangat penting untuk memilih daerah eksplorasi, karena pembentukan endapan bahan galian dipengaruhi dan tergantung pada proses-proses geologi yang pernah terjadi, dan tanda-tandanya dapat dilihat di lapangan.

b. Survei Dan Pemetaan

Jika peta dasar (peta topografi) dari daerah eksplorasi sudah tersedia, maka survei dan pemetaan singkapan (outcrop) atau gejala geologi lainnya sudah dapat dimulai (peta topografi skala 1 : 50.000 atau 1 : 25.000). Tetapi jika belum ada, maka perlu dilakukan pemetaan topografi lebih dahulu. Kalau di daerah tersebut sudah ada peta geologi, maka hal ini sangat menguntungkan, karena survei bisa langsung ditujukan untuk mencari tanda-tanda endapan yang dicari (singkapan), melengkapi peta geologi dan mengambil conto dari singkapan-singkapan yang penting.

Selain singkapan-singkapan batuan pembawa bahan galian atau batubara (sasaran langsung), yang perlu juga diperhatikan adalah perubahan/batas batuan, orientasi lapisan batuan sedimen (jurus dan kemiringan), orientasi sesar dan tanda-tanda lainnya. Hal-hal penting tersebut harus diplot pada peta dasar dengan bantuan alat-alat seperti kompas geologi, inklinometer, altimeter, serta tanda-tanda alami seperti bukit, lembah, belokan sungai, jalan, kampung, dll. Dengan demikian peta geologi dapat dilengkapi atau dibuat baru (peta singkapan).

Tanda-tanda yang sudah diplot pada peta tersebut kemudian digabungkan dan dibuat penampang tegak atau model penyebarannya (model geologi). Dengan model geologi hepatitik tersebut kemudian dirancang pengambilan conto dengan cara acak, pembuatan sumur uji (test pit), pembuatan paritan (trenching), dan jika diperlukan dilakukan pemboran. Lokasi-lokasi tersebut kemudian harus diplot dengan tepat di peta (dengan bantuan alat ukur, teodolit, BTM, dll.).

Dari kegiatan ini akan dihasilkan model geologi, model penyebaran endapan, gambaran mengenai cadangan geologi, kadar awal, dll. dipakai untuk menetapkan apakah daerah survei yang bersangkutan memberikan harapan baik (prospek) atau tidak. Kalau daerah tersebut mempunyai prospek yang baik maka dapat diteruskan dengan tahap eksplorasi selanjutnya.


        ·         Tahap Eksplorasi Detail

Setelah tahapan eksplorasi pendahuluan diketahui bahwa cadangan yang ada mempunyai prospek yang baik, maka diteruskan dengan tahap eksplorasi detail (White, 1997). Kegiatan utama dalam tahap ini adalah sampling dengan jarak yang lebih dekat (rapat), yaitu dengan memperbanyak sumur uji atau lubang bor untuk mendapatkan data yang lebih teliti mengenai penyebaran dan ketebalan cadangan (volume cadangan), penyebaran kadar/kualitas secara mendatar maupun tegak. Dari sampling yang rapat tersebut dihasilkan cadangan terhitung dengan klasifikasi terukur, dengan kesalahan yang kecil (<20%), sehingga dengan demikian perencanaan tambang yang dibuat menjadi lebih teliti dan resiko dapat dihindarkan.
Pengetahuan atau data yang lebih akurat mengenai kedalaman, ketebalan, kemiringan, dan penyebaran cadangan secara 3-Dimensi (panjang-lebar-tebal) serta data mengenai kekuatan batuan sampling, kondisi air tanah, dan penyebaran struktur (kalau ada) akan sangat memudahkan perencanaan kemajuan tambang, lebar/ukuran bahwa bukaan atau kemiringan lereng tambang. Juga penting untuk merencanakan produksi bulanan/tahunan dan pemilihan peralatan tambang maupun prioritas bantu lainnya.

                 Studi Kelayakan

Merupakan tahapan akhir dari rentetan penyelidikan awal yang dilakukan sebelumnya sebagai penentu apakah kegiatan penambangan endapan bahan galian tersebut layak dilakukan atau tidak. Dasar pertimbangan yang digunakan meliputi pertimbangan teknis dan ekonomis dengan teknologi yang ada pada saat ini, dan dengan memperhatikan keselamatan kerja serta kelestarian lingkungan hidup. Bila tidak atau belum layak maka data tersebut diarsipkan.


3.      Perencanaan Tambang

Perencanaan tambang akan dilakukan apabila sudah ditemukan adanya cadangan bahan galian yang sudah layak untuk ditambang, dengan tingkat cadangan terukur. Seperti kita ketahui bahwa cadangan itu diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu pertama, cadangan terukur merupakan cadangan dengan tingkat kesalahan maksimal 20% dan pada cadangan teukur ini telah dilakukan pengeboran untuk pengambilan sampel.Kedua, cadangan terindikasi, merupakan cadangan dengan bahan galian dengan tingkat kesalahan 40% dan belum ada dilakukan pengeboran. Ketiga, cadangan tereka, merupakan cadangan dengan tingkat kesalahan 80% dan belum dilakukan pengeboran. Apabila tahap telah sampai pada tahap perencanaan tambang. Berarti cadangan bahan galiannya telah sampai pada tingkat cadangan terukur.
Perencanaan tambang dilakukan untuk merencanakan secara teknis, ekonomi dan lingkungan kegiatan penambangan, agar dalam pelaksanaan kegiatannya dapat dapat dilakukan dengan baik, aman terhadap lingkungan.

4.      Persiapan/Konstruksi (Development)

Persiapan/konstruksi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mempersiapkan fasilitas penambangan sebelum operasi penambangan dilakukan. Pekerjaan tersebut seperti pembuatan akses jalan tambang, pelabuhan, perkantoran, bengkel, mes karyawan, fasilitas komunikasi dan pembangkit listrik untuk keperluan kegiatan penambangan, serta fasilitas pengolahan bahan galian.

           5.             Penambangan (Eksploitasi)

Penambangan bahan galian dibagi atas tiga bagian yaitu tambang terbuka, tambang bawah tanah dan tambang bawah air. Tambang terbuka dikelompokan atas quarry strip mine, open cut, tambang alluvial, dan tambang semprot. Tambang bawah tanah dikelompokkan atas room and pillar, longwall, caving, open stope, supported stope, dan shrinkage. System penambangan dengan menggunakan kapal keruk dapat dikelompokkan menjadi tambang bawah air, walaupun relative dangkal.

     a.    Metoda tambang terbuka
        Tambang terbuka secara umum didefinisikan sebagai kegiatan penambangan bahan galian yag berhubungan langsung dengan udara luar. Terdapat tahapan umum dalam kegiatan penambangan terbuka yaitu pembersihan lahan, pengupasan tanah pucuk dan menyimpannya di tempat tertentu, pembongkaran dan penggalian tanah penutup (overburden) dengan menggunakan bahan peledak ataupun tanpa bahan peledak dan memindahkannya ke disposal area, penggalian bahan galian atau eksploitasi, dan membawanya ke stockpile untuk diolah dan dipasarkan serta melakukan reklamasi lahan bekas penambangan (pembahasan selanjutnya).

      b.    Tambang Bawah Tanah
        Tambang bawah tanah secara umum didefinisikan sebagai tambang yang tidak berhubungan langsung dengan udara luar. Terdapat beberapa tahapan dalam tambang bawah tanah yaitu, pembuatan jalan utama (main road),  pemasangan penyangga (supported), pembuatan lubang maju untuk produksi, ventilasi, drainase, dan fasilitas tambang bawah tanah lainnya. Setelah itu melakukan operasional penambangan bawah tanah dengan atau tanpa bahan peledak dan kemudian membawa bahan galian ke stock pile untuk diolah dan dipasarkan.

      c.Tambang bawah air
         Tambang bawah air ialah metode penambangan di bawah air yang dilakukan untuk endapan bahan galian alluvial, marine dangkal dan marine dalam. Pralatan utama penambangan bawah air ini ialah kapal keruk.

            Secara umum, penambangan adalah kegiatan penggalian terhadap bahan tambang yang kemudian untuk dilakukan pengolahan dan pemasaran. Pada tahap ini kegiatannya terdiri dari pembongkaran/penggalian, pemuatan ke dalam alat angkut, dan pengankutan ke fasilitas pengolahan maupun langsung dipasarkan apabila tidak dilakukan pengolahan terlebih dahulu.

          6.         Pengolahan/Metalurgi

Bahan galian yang sudah selesai ditambang pada umumnya harus diolah terlebih dahulu di tempat pengolahan. Hal ini disebabkan antar lain oleh tercampurnya pengotor bersama bahan galian, perlu spesifikasi tertentu untuk dipasarkan serta kalau tidak diolah maka harga jualnya relative lebih rendah jika dibandingka dengan yang sudah diolah, dan bahan galian perlu diolah agar dapat mengurangi volume dan ongkos angkut, mningkatkan nilai tambah bahan galian, dan untuk mereduksi senyawa-senyawa kimia yang tidak dikehendaki pabrik peleburan.
Cara Pengolahan bahan galian secara garis besar dapat dibagi atas pengolahan secara fisika, secara fisika dan kimia tanpa ekstraksi metal, dan pengolahan secra fisika dan kimia dengan ekstraksi metal. Pengolahan bahan galian secara fisika ialah pengolahan bahan galian dengan cara memberikan perlakuan fisika seperti peremukan, penggerusan, pencucian, pengeringan, dan pembakaran dengan suhu rendah. Contoh yang tergolong pengolahan ini seperti pencucian batu bara. Yang kedua pengolahan secara fisika dan kimia tanpa ekstraksi metal, yaitu pengolahan dengan cara fisika dan kimia tanpa adanya proses konsentrasi dan ekstraksi metal. Contohnya, pengolahan batu bara skala rendah menggunakan reagen kimia. Ketiga, pengolahan bahan galian secara fisika dan kimia dengan ekstraksi metal, yaitu pengolahan logam mulia dan logam dasar.
7.        Pemasaran

Jika bahan galian sudah selesai diolah maka dipasarkan ke tempat konsumen. Antara perusahaan pertambangan dan konsumen terjalin ikatan jual beli kontrak jangka panjang,  dan spot ataupun penjualan sesaat. Pasar kontrak jangka panjang yaitu pasar yang penjualan produknya dengan kontrak jangka panjang misalnya lebih dari satu tahun. Sedangkan penjualan spot, yaitu penjualan sesaat atau satu atau dua kali pengiriman atau order saja.

8.        Reklamasi

Reklamasi merupakan kegiatan untuk merehabilitasi kembali lingkungan yang telah rusak baik itu akibat penambangan atau kegiatan yang lainnya. Reklamasi  ini dilakukan dengan cara penanaman kembali atau penghijauan suatu kawasan yang rusak akibat kegiatan penambangan tersebut. Reklamasi perlu dilakukan karena Penambangan dapat mengubah lingkungan fisik, kimia dan biologi seperti bentuk lahan dan kondisi tanah, kualitas dan aliran air, debu, getaran, pola vegetasi dan habitat fauna, dan sebagainya. Perubahan-perubahan ini harus dikelola untuk menghindari dampak lingkungan yang merugikan seperti erosi, sedimentasi, drainase yang buruk, masuknya gulma/hama/penyakit tanaman, pencemaran air permukaan/air tanah oleh bahan beracun dan lain-lain. Dalam kegiatan reklamasi terdiri dari dua kegiatan yaitu Pemulihan lahan bekas tambang untuk memperbaiki lahan yang terganggu Ekologinya, dan Mempersiapkan lahan bekas tambang yang sudah diperbaiki ekologinya untuk pemanfaatannya selanjutnya.

Friday, 8 March 2013

Kompas Geologi

Assalamualaikum wr.wb. sobat bloger di mana aja..
hmmm posting lagi nihh,,hehehe..
kali ini gue mw share tentang pengalaman praktikum lapangan " GEOLOGI STRUKTUR " kemaren nih, tentang bagaimana cara mengukur strike dan dip pada singkapan batuan dengan menggunakan kompas geologi.
sebenarnya kegunaan kompas ini masih banyak lohh sahabat blogger seperti megukur slope penentuan arah singkapan, dll.
  tapi kali ini gue cuma share tentang strike/dip aja yaaa..
Kompas geologi banyak macamnya, di antaranya tipe Azimuth dan tipe Kuadran. Tipe Azimuth punya skala dari 0-360°, sedangkan tipe Kuadran punya 4 kuadran yang masing-masing besarnya 90°. Kompas geologi yang biasa dipakai di Indonesia biasanya tipe Azimuth. Beginilah bentuk kompas geologi.
PhotobucketPhotobucket


Untuk mengukur strike:
1. Carilah bidang batuan yang agak rata (agar lebih rata, kamu bisa memakai papan clipboard sebagai alas).
2. Tempelkan sisi E (EAST)  badan kompas ke bidang batuan dengan lengan kompas searah strike.
 Photobucket
3. Geser-geserlah sampai gelembung udara pada level bulat (bull's eye level) atau juga biasa di sebut nipo kotak usahakan tepat di tengah.
Photobucket

4. baca derajat yang ditunjukkan jarum utara (yaitu jarum yang menunjuk ke utara ketika kamu menghadap utara).

Untuk mengukur dip:
1. Tempelkan sisi W (WEST) badan kompas ke bidang batuan dengan lengan kompas tegak lurus strike.
Photobucket

2. di bagian belakang kompas ada tuas kecil untuk memutar level tabung (clinometer level). Putarlah level tabung sampai gelembung tepat di tengah.
 
3. baca derajat yang ditunjukkan derajat klinometer (ingat, derajat dip maksimal 90 derajat).



(Contoh pengukuran Strike pada Kekar saat di lapangan)

Jika Mengukur strike / Dip sendiri kalian bisa gunakan lutut atau paha kalian sebagai alat bantu agar memudahkan kalian untuk mengukur. Seperti gambar saya di samping ini, pada saat mengukur strike/dip pada perlapisan batuan..


Pengaruh Struktur Geologi terhadap Muka bumi

PENGARUH STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP MUKA BUMI
Blok mountain, yaitu kumpulan pegunungan yg terdiri atas beberapa patahan. Blok mountain terjadi akibat tenaga endogen yg berbentuk retakan - retakan di suatu daerah, ada yg naik dan ada yg turun dan ada pula yg berbentuk miring sehingga terbentuk komplek pegunungan patahan yg terdiri atas balok - balok lithosfera.
      Tenaga yg sangat besar dari dalam bumi dapat berpengaruh dalam membentuk keragaman permukaan bumi. Ini disebabkan oleh tenaga endogen. Jadi tenaga yg berasal dari dalam bumi disebut tenaga endogen. Tenaga endogen mempunyai sifat membangun dan ada yg mempunyai sufat merusak . Tetapi secara umum tenaga endogen bersifat membangun. Tenaga endogen merupakan kekuatan yg mendorong terjadinya pergerakan kerak bumi. Pergerakkan ini disebut diastropisme. Pergeseran kerak bumi akan menjadikan permukaan bumi berbentuk cembung, seperti pegunungan atau gunung - gunung merapi, serta berbentuk cekung, seperti laut dan danau.

     

     Kerak bumi terdiri dari 2 macam, yaitu kerak benua dan kerak samudra. Kerak benua, antara lain kerak benua Eropa dan Asia atau biasa disebut Eurasia, kerak benua Afrika, kerak benua Hindia, kerak samudra Pasifik, dan kerak samudra Atlantik.

Secara geologis, tenaga endogen meliputi tektonisme, vulkanisme, dan seisme (gempa).



     a. Hasil dari proses tektonisme 

         Tektonisme adalah perubahan letak atau kedudukan lapisan kulit bumi secara horizontal maupun                            

          vertikal. Berdasarkan kecepatan gerak dan luas daerah, tektonisme dibedakan atas epirogenesa dan 

          orogenesa.

    

 1. Epirogenesa adalah gerakan pada lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertikal akibat  

     pengangkatan dan penurunan permukaan bumi yg terjadi sangat lambat serta meliputi wilayah yg sangat 

     luas. Gerakan epirogenesa dibagi menjadi 2 sebagai berikut.

   

a. Epirogenesa positif, yaitu gerak turunnya permukaan bumi sehingga laut seolah - olah mengalami              

    kenaikan.

b. Epirogenesa negatif, yaitu gerak turunnya permukaan bumi sehingga laut seolah - olah mengalami

    penurunan.

         2. Orogenesa adalah gerakan pada lapisan kulit bumi secara horizontal maupun vertikal akibat pengangkatan dan penurunan permukaan bumi yg terjadi sangat cepat serta meliputi wilayah yg sempit. Misalnya, pembentukan deretan sirkum pasifik.
     Berdasarkan bentuknya, proses tektonisme dibedakan atas patahan dan lipatan.

     1. Lipatan, terjadi akibat tenaga endogen yg mendatar dan bersifat liat (plastis) sehingga permukaan bumi mengalami pengerutan. Bagian yg terlipat ke atas dinamakan punggung lipatan (antiklinal), sedangkan yg melipat ke bawah dinamakan lembah lipatan (sinklinal). Jenis - jenis lipatan sebagai berikut.
     a. Lipatan tegak (symmetrical folds), terjadi karena pengaruh tenaga horizontal sama atau tenaga radial sama dengan tenaga tangensial.
      b. Lipatan miring (asymmetrical folds), terjadi karena arah tenaga horizontal tidak sama.
      c. Lipatan menutup (recumbent folds), terjadi karena tenaga tangensialsaja yg bekerja.
      d. Lipatan rebah (overturned folds), terjadi karena arah tenaga horizontal dari satu arah.
      e. Lipatan sungkup (overthurst), terjadi karena adanya pergerakan pada sepanjang kerak bumi.


Bentuk Berbagai jenis lipatan


     2. Patahan, terjadi akibat tenaga endogen yg relatif cepat, beik secara vertikal maupun horizontal. Jenis - jenis patahan sebagai berikut.
a. Tanah naik (horst), yaitu dataran yg terletak lebih tinggi dari daerah sekelilingnya, akibat dataran di sekelilingnya patah. Horst menjadi akibat gerak tektogenesa horizontal memusat, yaitu tekanan dari 2 arah atau lebih yg menimbulkan kerak bumi terdorong naik.
b. Tanah turun (graben / slenk), yaitu kenampakan dataran yg letaknya lebih rendah dari daerah di sekelilingnya, akibat dataran di sekelilingnya patah. Graben terjadi karena tarikan dari dua arah yg mengakibatkan kerak bumi turun.






c. Sesar, yaitu patahan yg diakibatkan oleh gerak horizontal yg tidak frontal dan hanya sebagian saja yg bergeser. Sesar ini dibagi menjadi 2, yaitu dekstral dan sinistral. Dekstral, yaitu jika kita berdiri di depan potongan sesar di depan kita bergeser ke kanan. Sinistral, yaitu jika kita berdiri di depan potongan besar sesar di depan kita bergeser ke kiri.






Bentuk muka bumi dari bentuk patahan dan lipatan diantaranya sebagai berikut.



1. Pegunungan

  Pegunungan adalah kumpulan dari gunung gunung yg membentuk permukaan bumi seolah - olah bergelombang dengan lembah dan lekukan di antara gunung - gunung tersebut. Contoh dua deretan pegunungan di Indonesia, yaitu

    a. Sirkum Pasifik, yg melalui Sulawesi, Maluku, Papua, dan Halmahera.

    b. Sirkum Mediterania


  • Busur dalam (vulkanis) yg melalui Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Solor, Alor, Weter, Damar, Nila, Seua, Manuk, Kepulauan Banda, dan berakhir di Pulau Ambon.
Busur Luar (non Vulkanis) yg melalui P.Simelue, P.Nias, P.Batu, P.Mentawai, Enggano, tenggelam di selatan P.Jawa, Sawu Roti, Timor, Kep.Leti, Sermata, Kep.Barbar, Kep.Tanibar, Kep.Watubela, Kep.Laut Seram, Manipa, Baru, dan pulau pulau kecil sekitarnya.



2. Dataran Tinggi

    Dataran tinggi adalah daerah datar yg berada pada ketinggian di atas 700 m. Dataran ini bisa terbentuk dari dataran rendah yg mengalami pengangkatan dengan bentuk datar. Meskipun saat ini pada umumnya dataran tinggi sudah mengalami erosi, namun sisa - sisa erosi yg merupakan puncak  - puncak tertinggi mempunyai tinggi yg sama. Misalnya, Dataran Tinggi Bandung di Jawa Barat, Dataran Tinggi Karo di Sumatera Utara, Dataran Tinggi Dekan di India, Dataran Tinggi Yura di Perancis, Dataran Tinggi Gayo di Aceh.



3. Plato atau Plateau

    Bentuk permukaan bumi ini merupakan dataran tinggi dengan bagian atas relatif rata dan telah mengalami eorsi. Misalnya, Plato Dieng di Jawa Tengah, Plato Madi di Kalimantan.




4. Depresi

    Depresi adalah bagian permukaan bumi yg mengalami penurunan. Bentuk depresi memanjang disebut slenk, sedangkan yg membulat disebut basin. Misalnya, Depresi Jawa Tengah dan Lembah Semangka.



5. Palung Laut

    Palung Laut adalah bagian luar bumi yg terdapat pada dasar laut dengan kedalaman lebih dari 5.000 meter. Bentuknya memanjang dan sempit sebagai akibat dari proses penenggelaman yg terus - menerus. Misalnya, Palung Laut Mindanau dan Palung Laut Kai.



6. Lubuk Laut

    Proses pembentukan lubung laut sama dengan palung laut, hanya berbeda pada bentuknya saja, yaitu yg membulat dengan kedalaman juga lebih dari 5.000 meter. Misalnya, Lubuk Laut Sulu dan Lubuk Laut Banda.



7. Punggung Laut

    Bentuk dari punggung laut dapat digambarkan seperti bukit di dasar laut. Sebagian dari punggung laut ada juga yg muncul di atas permukaan air laut. Misalnya, Punggung Laut Sibolga dan Punggung Laut Snelius.



8. Ambang Laut

    Ambang Laut adalah pembatas pada dasar lautyg memisahkan 2 laut dalam. Misalnya, Ambang Laut Sulu  dan Selat Gilbatar.



9. Shelf

    Shelf adalah bagian laut yg dalamnya kurang dari 200 meter. Misalnya, Shelf Laut Jawa dan Laut Arafuru.

Dump Truck

DUMP TRUCK
Mobil yang begitu besarnya ini di namakan "Dump Truck" mobil ini biasanya di gunakan dalam dunia pertambangan untuk memindhkan material yang telah di tambang.
Alat ini dapat memindahkan material pada jarak menengah sampai jarak jauh (500 meter – up). Muatannya diisikan oleh alat pemuat, sedangkan untuk membongkar muatannya ia dapat bekerja sendiri.
Dump Truck dapat menumpahkan muatan secara hidrolis yang menyebabkan satu sisi baknya terangkat, sedangkan satu sisi lainnya berfungsi sebagai sumbu putar atau engsel.

Dalam industri pertambangan khususnya pertambangan terbuka (open pit mining) truk digunakan untuk memindahkan material hasil tambang maupun material tanah penutup barang tambang. Untuk meningkatkan produktivitas pertambangan maka diperlukan adanya alat transportasi pertambangan yang memiliki kapasitas besar dan performa yang baik.
Kapasitas sebuah Off-Road Mining Dump Truck ditentukan oleh kapasitas dump body-nya. Untuk dapat melaksanakan fungsinya dengan baik maka diperlukan dump body dengan performa yang baik serta aman untuk digunakan.


A. Jenis – Jenis Dump Truck

Dump truck ada dua golongan ditinjau dari besar muatannya :
1. On High Way Dump Truck, muatannya dibawah dari 20 m3.
2. Off High Way Dump Truck, muatannya diatas 20 m3.

Jika dilihat dari cara pengosongan muatan, jenis truck dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

1. End-Dump atau Rear Dump, yaitu Dump Truck dengan cara pengosongan muatan ke belakang,
2. Side-Dump, Dump Truck dengan cara pengosongan muatan
ke samping, dan
3. Bottom-Dump, Dump Truck dengan cara pengosongan muatan ke samping.

Berdasarkan ukuran muatannya, dump truck dapat dibedakan menjadi tiga:

1. Ukuran kecil, memiliki kapasitas angkut maksimum 25 ton.
2. Ukuran sedang memiliki kapasitas 25 sampai 100 ton, dan
3. Ukuran besar jika kapasitasnya lebih dari 100 ton

B. Bagian-bagian Dump Truck

1. Dump Body
2. Rock Ejector
3. Final Drive
4. Oil retarder Tank
5. Steering & Hois tank
6. Front Wheel
7. Turn Signal lamp
8. Head lamp
9. Radiator
10. Canopy Spill Guard



Semoga bermanfaat buat kalian semua !!!!!

Freefort Emas Terbesar Di dunia

http://cpraband.files.wordpress.com/2008/08/grasberg-1.jpg














Tambang emas terbesar #1 dan tambang tembaga terbesar #3 di dunia, meskipun namanyaGrasberg, tambang ini terletak di Indonesia, tepatnya di sebelah Puncak Jaya di Papua. Karyawannya berjumlah 19.500 orang dan dimiliki oleh Freeport-McMoran dari Amerika Serikat. Tahun 2006, tambang ini berhasil memproduksi 610,800t tembaga, 58,474,392 gemas, dan 174.458.971 g perak


Kira-kira apa yang ditimbulkan dari tambang ini? Padahal letaknya dekat sekali dengan puncak gunung tertinggi di Indonesia.


Tambang ini terletak dekat dengan glasier pegunungan tropis yang sangat jarang yang berperan sebagai indikator perubahan iklim di daerah itu. Pencuraman bukit karena aktivitas pertambangan, juga gempa bumi dan curah hujan yang sangat tinggi, menyebabkan longsor mematikan di daerah tambang.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/02/GrasbergMine_ISS011-E-9620.jpg

Sementara proyek reklamasi lanskap telah dimulai di tambang itu, kelompok lingkungan dan warga lokal mengkhawatirkan kemungkinan kontaminasi tembaga dan drainase batu asam ke sistem sungai sekitar, permukaan tanah, dan air tanah. Freeport berkilah bahwa apa yang mereka lakukan sesuai dengan standar industri, dan telah disetujui oleh lembaga survei.

Freeport dan Rio Tinto telah dikeluarkan dari portofolio investasi Dana Pensiun Pemerintah Norwegia, pemberi dana pensiun terbesar kedua di dunia, karena kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh Tambang Grasberg. Saham senilai US$ 870 juta dikeluarkan dari pendanaan ini sebagai akibat dari keputusan Norwegia.


 
Akankah Puncak Jaya kehilangan saljunya sebagaimana Gunung Kilimanjaro?

Tambang Berlian Terbesar di Dunia




TAMBANG berlian terbesar di dunia terletak di Mirna, timur Siberia, Rusia. Tambang ini berkedalaman 525 meter (1.722 kaki) dan memiliki diameter 1.200 m (3.900 kaki).
Tambang ini begitu besar dan wilayah udara di atas tambang ini tertutup untuk helikopter karena beberapa insiden di mana mereka tersedot oleh aliran udara ke bawah. Untuk memberikan gambaran seberapa besar itu di sini ada sebuah ilustrasi bagus.

Truk raksasa ini, (lihat Gambar), terlihat seperti titik kecil pada gambar berikutnya (lihat Gambar ). Truk pada gambar tersebut, adalah salah satu yang terbesar di dunia, dan terlihat hanya sebagai sebuah titik kecil dibandingkan dengan tambang berliannya.

Kota tambang ini sangat terlarang bagi orang luar tanpa izin khusus, dan pihak berwenang menganggap setiap orang asing yang datang harus dicurigai. BBC melaporkannya tentang ini di sini

Jejak


Tambang tersebut ditemukan pada tanggal 13 Juni 1955 oleh ahli geologi Soviet Yuri Khabardin, Ekaterina Elagina dan Viktor Avdeenko selama Ekspedisi besar Amakinsky di Yakut ASSR. Mereka menemukan jejak batuan vulkanik kimberlite yang biasanya dikaitkan dengan berlian.

Temuan ini adalah keberhasilan pertama dalam pencarian kimberlite di Rusia, setelah gagal dengan berbagai ekspedisi tahun 1940-an dan 1950-an. Untuk penemuan ini, pada tahun 1957 Khabardin diberi Hadiah Lenin, yang merupakan salah satu penghargaan tertinggi di Uni Soviet.

Pengembangan tambang telah dimulai pada tahun 1957 dalam kondisi iklim yang sangat keras. Tujuh bulan musim dingin per tahun yang membeku tanah dengan lapisan es, yang sulit di musim dingin, namun akan berubah jadi lumpur di musim panas.

Bangunan harus ditegakkan pada tumpukan, sehingga mereka tidak akan tenggelam di musim panas, dan pabrik pengolahan utama harus dibangun di atas tanah yang lebih baik yang ditemukan 20 km dari tambang.

Suhu musim dingin begitu rendah, sehingga ban mobil dan baja akan hancur dan minyak akan membeku. Selama musim dingin, para pekerja menggunakan mesin jet untuk meleburkan dan menggali lapisan es atau meledakkannya dengan dinamit untuk mendapatkan akses ke dasar kimberlite. Seluruh tambang harus tertutup di malam hari untuk mencegah mesin dari pembekuan. (gc/bh)

Thursday, 7 March 2013

Ilmu Mekanika Tanah

Ilmu Mekanika Tanah adalah salah satu ilmu yang diperlukan dalam dunia pertambangan  ilmu ini  yang  selanjutnya akan mendasari dalam analisis dan desain perencanaan suatu daerah tambang
Mekanika tanah adalah suatu cabang dari ilmu teknik yang mempelajari perilaku tanah dan sifatnya yang diakibatkan oleh tegangan dan regangan yang disebabkan oleh gaya-gaya yang bekerja.  Oleh karena itu perkiraan dan pendugaan terhadap kemungkinan adanya penyimpangan dilapangan dari kondisi ideal pada mekanika tanah sangat penting dalam perencanaan  yang benar.
Agar suatu bangunan dapat berfungsi secara sempurna, maka seorang insinyur harus bisa membuat perkiraan dan pendugaan yang tepat tentang kondisi tanah dilapangan.
DEFENISI MEKANIKA TANAH
Sejarah terjadinya tanah, pada mulanya bumi berupa bola magma cair yang sangat panas. Karena pendinginan, permukaannya membeku maka terjadi batuan beku. Karena proses fisika (panas, ding in, membeku dan mencair) batuan tersebut hancur menjadi butiran-butiran tanah (sifat-sifatnya tetap seperti batu aslinya : pasir, kerikil, dan lanau.) Oleh proses kimia (hidrasi, oksidasi) batuan menjadi lapuk sehingga menjadi tanah dengan sifat berubah dari batu aslinya.
Disini dikenal Transported Soil: adalah tanah yang lokasinya pindah dari tempat terjadinya yang disebabkan oleh Miran air, angin, dan es dan Residual Soil adalah tanah yang tidak pindah dari tempat terjadinya.
Oleh proses alam, proses perubahan dapat bermacam-macam dan berulang. Batu menjadi tanah karena pelapukan dan penghancuran, dan tanah bisa menjadi batu karena proses pemadatan, sementasi. Batu bisa menjadi batu jenis lain karena panas, tekanan, dan larutan.

Batuan dibedakan :
-           Batuan beku (granit, basalt).
-           Batuan sedimen (gamping, batu pasir).
-           Batuan metamorf (marmer).
Tanah terdiri atas butir-butir diantaranya berupa ruang pori. Ruang pori dapat terisi udara dan atau air. Tanah juga dapat mengandung bahan-bahan organik sisa atau pelapukan tumbuhan atau hewan. Tanah semacam ini disebut tanah organik.
a.     Perbedaan Batu dan Tanah
Batu merupakan kumpulan butir butirmineral alam yang saling terikat erat dan kuat. Sehingga sukaruntuk dilepaskan. Sedangkan tanah merupakan kumpulan butir butir min al alam yang tidak melekat atau melekat tidak erat, sehingga sangat mudah untuk dipisahl4n. Sedangkan Cadas adalah merupakan peralihan antara batu dan tanah.
b.     Jenis-Jenis Tanah Fraksi-fraksi tanah (Jenis tanah berdasarkan ukuran butir)
(1). kerikil (gravel)   > 2.00 mm
(2). pasir (sand)       2.00 — 0.06 mm
(3). lanau (silt)    0.06 — 0.002 mm
(4). lempung (clay)    < 0.002 mm
Pengelompokan jenis tanah dalam praktek berdasarkan campuran butir
(1).           Tanah berbutir kasar adalah tanah yang sebagian besar butir-butir tanahnya berupa pasir dan kerikil.
(2).           Tanah berbutir halus adalah tanah yang sebagian besar butir-butir tanahnya berupa lempung dan lanau.
(3).           Tanah organik adalah tanah yang cukup banyak mengandung bahan-bahan organik.
Pengelompokan tanah berdasarkan sifat lekatannya
(1).           Tanah Kohesif : adalah tanah yang mempunyai sifat lekatan antara butir-butirnya. (tanah lempungan = mengandung lempung cukup banyak).
(2).           Tanah Non Kohesif : adalah tanah yang tidak mempunyai atau sedikit sekali lekatan antara butir-butirnya. (hampir tidak mengandung lempung misal pasir).
(3).           Tanah Organik : adalah tanah yang sifatnya sangat dipengaruhi oleh bahan-bahan organik. (sifat tidak baik).